Apa Itu Acceptance Criteria dan Contohnya dalam Product Management
blog
admin  

Apa Itu Acceptance Criteria dan Contohnya dalam Product Management

Apa Itu Acceptance Criteria dan Contohnya dalam Product Management

Dalam dunia Product development, terutama dalam metode Agile, istilah acceptance criteria seringkali muncul. Sebenarnya apa itu acceptance criteria?, bagaimana contohnya? Dan mengapa ia begitu penting dalam proses product management?

Apa Itu Acceptance Criteria dan Contohnya dalam Product Management

Apa itu Acceptance Criteria?

Acceptance criteria, adalah sekumpulan kriteria spesifik yang harus dipenuhi oleh sebuah fitur atau fungsionalitas produk sebelum dianggap selesai dan siap untuk digunakan. Sederhananya, ini adalah checklist yang mendetail tentang apa yang harus dicapai oleh sebuah fitur. Pada pendekatan Behavior-Driven Development (BDD), Acceptance criteria ini berfungsi untuk mendemonstrasikan struktur skenario yang logis. Hal ini dapat membantu tim QA untuk menentukan kapan harus memulai dan mengakhiri testing sebuah fitur. Tak hanya itu, waktu yang dihabiskan untuk menuliskan test case juga berkurang, karena behaviour sistem telah dijelaskan di awal.

Mengapa Acceptance Criteria Penting?

  • Klarifikasi: Menjelaskan secara rinci apa yang diharapkan dari sebuah fitur, sehingga tidak ada kesalahpahaman antara tim pengembangan dan stakeholders.
  • Standarisasi: Menyediakan standar yang jelas untuk mengukur keberhasilan sebuah fitur.
  • Efisiensi: Meminimalisir rework karena semua pihak memiliki pemahaman yang sama tentang apa yang harus dibangun.
  • Fokus: Membantu tim tetap fokus pada tujuan utama dari sebuah fitur.

Format Acceptance Criteria

Format penulisan acceptance criteria biasanya terdiri dari Given that/When/Then (GWT).

  • Given That: menjelaskan kondisi awal sebelum user akan melakukan action
  • When : action yang dilakukan user
  • Then : ekspektasi dari action yang dilakukan user

Misal kamu adalah seorang product manager aplikasi Trading, Given That adalah kondisi Dimana user sedang mengakses form Login, When adalah Saat user Login mereka memasukan Username dan password, Then adalah tampilan selanjutnya setelah user berhasi login.

Selanjutnya untuk When dan Then keduanya memiliki action yang berbeda, missal Ketika user benar dalam memasukan Username dan Password maka user akan diarahkan ke Page utama aplikasi trading action tersebut tergolong Positive case, Namun jika user salah memasukan username dan password, maka user tidak dapat masuk ke page utama aplikasi trading, action tersebut tergolong Negative Case

Contoh Acceptance Criteria dalam product management

User Story: Sebagai User aplikasi trading, saya ingin masuk ke halaman utama, agar dapat melakukan aktifitas trading saham.

Deskripsi: ​Fitur ini digunakan oleh user aplikasi trading untuk masuk ke halaman utama.

Acceptance Criteria :

Apa Itu Acceptance Criteria dan Contohnya dalam Product Management

1. Positive Case:

Pre condition – ​User mengakses aplikasi saham.

Pra condition – User dapat melihat halaman utama dari aplikasi trading mereka.

Apa Itu Acceptance Criteria dan Contohnya dalam Product Management

2. Negative Cases :

Pre condition – ​User mengakses aplikasi saham.

Pra condition – User dapat melihat halaman utama dari aplikasi trading mereka.

Apa Itu Acceptance Criteria dan Contohnya dalam Product Management

Karakteristik Acceptance Criteria yang Baik

  • Spesifik: Kriteria harus jelas dan tidak ambigu.
  • Terukur: Kriteria harus dapat diukur dan diverifikasi.
  • Testable: Kriteria harus dapat diuji untuk memastikan fitur memenuhi persyaratan.
  • Independen: Setiap kriteria harus berdiri sendiri dan tidak bergantung pada kriteria lainnya.

Manfaat Menggunakan Acceptance Criteria

  • Meningkatkan kualitas produk: Dengan kriteria yang jelas, tim dapat memastikan bahwa produk yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan pengguna.
  • Mempercepat proses pengembangan: Kriteria yang baik membantu tim bekerja lebih efisien dan menghindari rework.
  • Meningkatkan kolaborasi: Semua anggota tim memiliki pemahaman yang sama tentang apa yang harus dicapai.
  • Memudahkan pengujian: Kriteria dapat digunakan sebagai dasar untuk membuat test case.

Kesimpulan

Acceptance criteria adalah alat yang sangat penting dalam product management. Dengan menggunakan acceptance criteria yang baik, kita dapat memastikan bahwa produk yang kita kembangkan memenuhi kebutuhan pengguna dan sesuai dengan tujuan bisnis.

 

Leave A Comment