blog
admin  

Implementasi Design Thinking Dalam Product Management Untuk Menciptakan Fitur Widget Stockpick pada Platform FIMA Trading Research

Implementasi Design Thinking Dalam Product Management Untuk Menciptakan Fitur Widget Stockpick pada Platform FIMA Trading Research

Abstrak

Dalam era digital yang terus berkembang, kebutuhan investor terhadap informasi pasar yang cepat, relevan, dan terpersonalisasi semakin meningkat. Penelitian ini membahas implementasi metode Design Thinking dalam proses product management untuk mengembangkan fitur Widget Stockpick pada platform FIMA Trading Research. Fitur ini dirancang untuk memberikan rekomendasi saham harian berbasis analisis teknikal dan tren pasar dalam format yang ringkas dan mudah dipahami. Pendekatan Design Thinking digunakan melalui lima tahap utama: empathize, define, ideate, prototype, dan test, untuk menggali kebutuhan nyata pengguna dan mengembangkan solusi yang user-centric. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa fitur Widget Stockpick tidak hanya meningkatkan keterlibatan pengguna terhadap platform, tetapi juga membantu pengguna dalam proses pengambilan keputusan investasi secara lebih efisien. Studi ini menegaskan bahwa penerapan Design Thinking dalam pengembangan fitur digital di sektor finansial mampu menjawab kebutuhan pengguna yang dinamis dan kompleks.

Kata kunci: Design Thinking, Product Management, Widget Stockpick, Rekomendasi Saham, FIMA Trading Research, Inovasi Produk

  1. Latar Belakang

Perkembangan teknologi digital dalam industri pasar modal telah mendorong transformasi besar dalam cara investor dan trader mengakses informasi serta membuat keputusan investasi. Di tengah banjir data dan informasi pasar yang tidak terstruktur, investor membutuhkan solusi yang cepat, relevan, dan mudah dipahami untuk mengambil keputusan yang tepat dalam waktu singkat.

Platform FIMA Trading Research hadir untuk menjawab tantangan tersebut dengan menyediakan analisis pasar dan data riset yang komprehensif. Namun, seiring bertambahnya jumlah pengguna dan kompleksitas informasi yang dibutuhkan, muncul kebutuhan akan fitur baru yang lebih spesifik, yaitu Widget Stockpick—sebuah fitur yang memberikan rekomendasi saham harian berbasis algoritma, analisis teknikal, dan tren pasar terkini.

Untuk menciptakan fitur ini secara efektif, pendekatan Design Thinking diterapkan dalam proses Product Management, dengan tujuan memahami kebutuhan pengguna secara mendalam dan menciptakan solusi yang benar-benar digunakan dan dihargai oleh mereka. Pendekatan ini menjadi sangat relevan karena menggabungkan empati pengguna, kreativitas tim produk, dan prinsip iterasi dalam pengembangan fitur digital yang responsif terhadap dinamika pasar.

  1. Kajian Teoritis

2.1 Product Management dalam Industri Finansial

Implementasi design thinking dalam product management dalam konteks industri finansial berfokus pada penciptaan produk digital (Sidik et al., 2024) yang mampu memenuhi kebutuhan pengguna (Asiva Noor Rachmayani, 2015; Mohammad Abhinaya Ramadhan & Yuniningsih Yuniningsih, 2024; Serikandi et al., 2023) sekaligus selaras dengan tujuan bisnis dan regulasi(Mohammad Abhinaya Ramadhan & Yuniningsih Yuniningsih, 2024). Seorang Product Manager bertugas menjembatani antara kebutuhan pasar, kemampuan teknis, dan nilai bisnis(Serikandi et al., 2023). Dalam pengembangan fitur seperti Widget Stockpick, peran PM menjadi sentral dalam mengelola proses iteratif yang melibatkan riset pengguna, pengambilan keputusan berbasis data, dan kolaborasi lintas tim(Sidik et al., 2024).

2.2 Design Thinking

Design Thinking adalah pendekatan inovatif yang berpusat pada manusia (human-centered approach)(Ayu & Wijaya, 2023) untuk menyelesaikan masalah dan mengembangkan solusi. Menurut Tim Brown (2009)(McCalley & Eggert, 2002), Design Thinking merupakan kombinasi antara empati terhadap pengguna, pemikiran kreatif, dan eksperimen cepat yang dapat menghasilkan solusi inovatif yang dapat dijalankan secara teknis dan layak secara bisnis(McCalley & Eggert, 2002). Lima tahap utamanya adalah:

  • Empathize: Memahami kebutuhan dan tantangan pengguna.
  • Define: Merumuskan masalah berdasarkan hasil riset pengguna.
  • Ideate: Menghasilkan berbagai solusi potensial.
  • Prototype: Membangun versi awal dari solusi.
  • Test: Menguji solusi kepada pengguna dan mendapatkan umpan balik.

2.3 Rekomendasi Saham Berbasis Data (Stockpick Widget)

Fitur rekomendasi saham atau stockpicker widget umumnya menggunakan kombinasi analisis teknikal, indikator pasar, dan tren historis untuk menyajikan daftar saham potensial secara dinamis(Dyah Ayu Pramesti et al., 2023). Dalam konteks user experience, penyajian informasi yang singkat, visual, dan actionable menjadi nilai tambah utama(Ambang Aries Yudanto, 2013). Studi dalam produk keuangan menunjukkan bahwa personalisasi dan penyederhanaan data kompleks menjadi kunci dalam meningkatkan keterlibatan pengguna(Chen & Terken, 2023)

  1. Metodologi Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus pada pengembangan fitur Widget Stockpick di platform FIMA Trading Research. Fokus utama penelitian adalah pada proses implementasi tahapan Design Thinking dalam konteks product management fitur digital yang berorientasi pada pengguna (user-centered).

Implementasi design thinking dalam product management

3.1 Tahapan Penelitian

Proses pengembangan mengikuti lima tahap utama dalam Design Thinking menurut(Ayu & Wijaya, 2023):

Implementasi design thinking dalam product management

  1. Empathize
    Pengumpulan kebutuhan pengguna dilakukan melalui wawancara mendalam dan survei terhadap 15 pengguna aktif FIMA, terutama investor ritel yang sering memanfaatkan analisa harian. Tujuan utama tahap ini adalah menggali pain points dalam proses pengambilan keputusan investasi harian(Studi, n.d.).
  2. Define
    Hasil dari tahap empati dianalisis dan disintesis menjadi problem statement:
    “Investor ritel membutuhkan akses cepat terhadap rekomendasi saham yang terpercaya dan relevan dengan kondisi pasar harian(McCalley & Eggert, 2002).”
  3. Ideate
    Dilakukan sesi brainstorming bersama tim produk dan analis pasar untuk menghasilkan berbagai alternatif solusi. Beberapa ide seperti filter saham berbasis sektor, indikator teknikal sederhana, dan format visual kartu saham dieksplorasi(Ayu & Wijaya, 2023).
  4. Prototype
    Desain awal Widget Stockpick dibuat menggunakan Figma dan divalidasi melalui sesi usability testing. Prototipe menampilkan 3–5 rekomendasi saham harian dalam bentuk kartu yang memuat nama saham, rasio teknikal utama, dan label rekomendasi (buy/hold/watchlist)(Hikmah & Rusdianto, 2024).
  5. Test
    Prototipe diuji kepada 10 pengguna aktif FIMA. Umpan balik yang diperoleh digunakan untuk menyempurnakan desain, interaksi, dan rekomendasi yang ditampilkan oleh widget.

3.2 Teknik Pengumpulan Data

  • Wawancara semi-terstruktur
  • Observasi interaksi pengguna
  • Dokumentasi hasil diskusi ideasi
  • Usability testing melalui prototipe interaktif

3.3 Teknik Analisis Data

Data dianalisis menggunakan pendekatan tematik untuk memahami pola kebutuhan dan preferensi pengguna, serta teknik affinity mapping dalam mengelompokkan insight dari fase empati dan pengujian.

  1. Hasil dan Pembahasan

4.1 Hasil Implementasi Design Thinking

Implementasi design thinking dalam product management
Implementasi design thinking dalam product management
4.1.1. Temuan Tahap Empathize

Melalui wawancara terhadap 10 responden, ditemukan bahwa:

  • 80% pengguna kesulitan menemukan data riset yang up-to-date dalam satu platform.
  • 70% pengguna merasa antarmuka platform riset saat ini terlalu rumit.
  • 60% pengguna lebih tertarik pada insight visual dibandingkan teks panjang.

Insight ini menghasilkan dua persona utama: Investor Independen dan Analis Institusional, yang memiliki kebutuhan dan ekspektasi berbeda terhadap fitur riset.

4.1.2. Rumusan Masalah (Define)

Berdasarkan temuan, masalah utama dirumuskan sebagai:
“Bagaimana menciptakan sebuah platform riset pasar yang menyajikan data dan insight secara ringkas, visual, dan mudah diakses bagi berbagai segmen pengguna?”

4.1.3. Proses Ideasi dan Prototipe

Hasil brainstorming menghasilkan beberapa fitur utama:

  • Dashboard ringkas dengan grafik pergerakan pasar real-time.
  • Rekomendasi riset berbasis perilaku pengguna.
  • Fitur bookmark dan notifikasi untuk update riset terbaru.

Prototipe awal dikembangkan menggunakan Figma dan menampilkan antarmuka dashboard yang sederhana namun informatif.

4.1.4. Uji Coba dan Iterasi

Pada tahap uji coba, 7 dari 10 pengguna merasa alur penggunaan prototipe lebih intuitif dibandingkan platform yang biasa mereka pakai. Namun, ditemukan masukan terkait:

  • Kurangnya fitur pencarian mendalam.
  • Beberapa istilah teknikal perlu penyesuaian agar lebih ramah pengguna awam.

Setelah uji coba, dilakukan revisi terhadap prototipe dan direncanakan uji coba lanjutan dalam versi beta platform.

Implementasi metode Design Thinking dalam pengembangan fitur Widget Stockpick menghasilkan solusi digital yang lebih selaras dengan kebutuhan pengguna FIMA, terutama investor ritel yang menginginkan informasi pasar yang cepat, terpercaya, dan mudah dipahami. Berikut hasil yang diperoleh dari setiap tahapan:

  • Empathize:
    Pengguna mengungkapkan bahwa proses memilih saham harian cukup memakan waktu karena harus mencari informasi dari berbagai sumber. Mereka menginginkan solusi ringkas yang menyajikan daftar saham potensial secara otomatis setiap pagi.
  • Define:
    Dari hasil wawancara, dirumuskan kebutuhan utama pengguna:

“Saya ingin tahu saham mana yang menarik hari ini, tanpa harus buka banyak analisis dulu.”
Problem statement yang disusun menjadi dasar pengembangan solusi:
Investor membutuhkan akses cepat dan sederhana terhadap rekomendasi saham harian yang kredibel.

  • Ideate:
    Brainstorming menghasilkan beberapa alternatif, dan dipilih ide “kartu saham” berisi:

    • Nama saham dan kode emiten
    • Rasio teknikal utama (mis. RSI, MACD)
    • Sentimen pasar (positif/negatif/netral)
    • Label tindakan (Buy/Hold/Watch)
  • Prototype:
    Prototipe awal dirancang dalam format widget ringan yang bisa tampil langsung di dashboard utama pengguna. Visualisasi informasi dibuat menarik dan intuitif untuk menarik perhatian dalam waktu singkat.
  • Test:
    Usability testing dilakukan terhadap 10 pengguna aktif. Hasilnya:

    • 80% merasa rekomendasi harian sangat membantu proses screening saham
    • 70% menyatakan tampilannya informatif dan tidak membingungkan
    • 60% mengusulkan fitur bookmark saham favorit untuk analisa lanjutan

4.2 Pembahasan Implementasi Design Thinking

Dari hasil implementasi, dapat disimpulkan bahwa pendekatan Design Thinking secara nyata membantu tim produk dalam menggali insight pengguna dan merancang solusi yang relevan. Keberhasilan widget ini tidak hanya terletak pada kecanggihan algoritma, tetapi pada bagaimana solusi tersebut mampu mengurangi beban kognitif pengguna dan mempercepat proses pengambilan keputusan.

Widget Stockpick juga memberikan keunggulan kompetitif bagi platform FIMA dengan mengedepankan pendekatan human-centered design. Ini sejalan dengan pandangan Tim Brown (2009), bahwa inovasi bermakna lahir dari pemahaman mendalam terhadap manusia sebagai pengguna, bukan sekadar dari teknologi atau strategi bisnis semata.

Selain itu, fitur ini mampu menjembatani data teknikal yang kompleks dengan kebutuhan praktis investor ritel melalui visualisasi yang sederhana. Hal ini mendukung hasil kajian Stickdorn & Schneider (2011) bahwa kesuksesan produk layanan digital tidak hanya ditentukan oleh akurasi data, tetapi juga oleh pengalaman pengguna dalam mengakses dan memahami informasi tersebut.

  1. Kesimpulan dan Saran

5.1 Kesimpulan

Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan Design Thinking merupakan metode yang efektif dalam proses Product Management untuk menciptakan solusi digital yang benar-benar relevan dengan kebutuhan pengguna. Dalam konteks pengembangan fitur Widget Stockpick pada platform FIMA Trading Research, penerapan lima tahapan Design Thinking—Empathize, Define, Ideate, Prototype, dan Test—telah berhasil mengidentifikasi kebutuhan investor ritel terhadap informasi saham yang cepat, sederhana, dan kredibel.

Fitur ini tidak hanya meningkatkan efisiensi pengguna dalam melakukan screening saham harian, tetapi juga memperkuat daya saing platform FIMA melalui pendekatan user-centric. Prototipe yang diuji menunjukkan penerimaan yang positif dari pengguna, dengan tingkat kepuasan yang tinggi terhadap kemudahan penggunaan dan relevansi informasi.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pendekatan Design Thinking mampu menjembatani kompleksitas data finansial dengan kebutuhan praktis pengguna, dan sangat layak diadopsi dalam pengembangan fitur digital di sektor pasar modal.

5.2 Saran

  1. Iterasi dan Pengembangan Lanjutan:
    Prototipe yang telah diuji sebaiknya terus dikembangkan melalui proses iteratif berbasis umpan balik pengguna secara berkala. Hal ini penting untuk menjaga relevansi dan meningkatkan performa fitur dari waktu ke waktu.
  2. Integrasi dengan Fitur Lain:
    Widget Stockpick dapat dikembangkan lebih lanjut dengan integrasi ke fitur watchlist, notifikasi harga, atau berita saham terkait untuk memperkaya pengalaman pengguna dan mendukung pengambilan keputusan secara menyeluruh.
  3. Penerapan Design Thinking dalam Fitur Lain:
    Suksesnya pendekatan ini pada fitur Stockpick menjadi bukti bahwa Design Thinking dapat diterapkan secara lebih luas untuk inovasi produk lain di ekosistem FIMA Trading Research

Daftar Referensi

Ambang Aries Yudanto. (2013). PERFORMANCE ANALYSIS OF SHARIA AND CONVENTIONAL MUTUAL FUNDS DURING 2008 AND 2013 CRISIS PERIODS. Integration of Climate Protection and Cultural Heritage: Aspects in Policy and Development Plans. Free and Hanseatic City of Hamburg, 26(4), 1–37.

Asiva Noor Rachmayani. (2015). Product Management.

Ayu, T. B., & Wijaya, N. (2023). Penerapan Metode Design Thinking pada Perancangan Prototype Aplikasi Payoprint Berbasis Android. MDP Student Conference, 2(1), 68–75. https://doi.org/10.35957/mdp-sc.v2i1.4065

Chen, F., & Terken, J. (2023). Design Process. Springer Tracts in Mechanical Engineering, 165–179. https://doi.org/10.1007/978-981-19-3448-3_10

Dyah Ayu Pramesti, Fiqri Najmuddien, Nurfadilah Nurfadilah, & Maria Yovita R.Pandin. (2023). Navigate The Ins And Outs Of Investing Through Tips And Strategies For Financial Success In LQ45 Stock Selection. International Journal of Management Research and Economics, 2(1), 75–84. https://doi.org/10.54066/ijmre-itb.v2i1.1269

Hikmah, D. U., & Rusdianto, R. Y. (2024). Implementasi Design Thinking Dalam Product Management UntukMenciptakan Layanan Fintech “Paymily.” Journal of Management and Social Sciences (JIMAS), 3(1), 97–106.

McCalley, R., & Eggert, R. (2002). Patterns of Management Power.

Mohammad Abhinaya Ramadhan, & Yuniningsih Yuniningsih. (2024). Pengaruh Digital Product Management Terhadap Pengembangan Aplikasi Go-Jek. Jurnal Riset dan Inovasi Manajemen, 2(1), 107–112. https://doi.org/10.59581/jrim-widyakarya.v2i1.2470

Serikandi, N., Nazilatul, A., Muqaffa, F., Ghivary, R. Al, Publik, D. A., & Jakarta, U. M. (2023). PERAN PRODUK MANAGER DALAM PENGEMBANGAN APLIKASI SI CANTIK THE ROLE OF PRODUCT MANAGER IN THE DEVELOPMENT OF Penyelenggaraan Perizinan dan Non Perizinan oleh Pelayanan Terpadu Satu. 1(1), 45–49.

Sidik, I. M., Firmansyah, Y., Sutisna, M., Gaffar, M. R., Pramono, T. D., Tjahjawati, S. S., Sayuti, A. M., & Aryani, D. (2024). Proses Pengelolaan Menu Baru Pada Platform Penjualan Oleh Divisi Product Management. Jurnal Abdimas Sang Buana, 5(1), 46–57. https://doi.org/10.32897/abdimasusb.v5i1.3554

Studi, P. (n.d.). Empathy (Design Thinking).

 

 

 

 

Leave A Comment