Cara membuat epic dan contohnya
blog
admin  

Cara membuat epic dan contohnya dalam product management

Cara membuat epic dan contohnya dalam product management

Apa itu Epic dalam Product Management?

Epic dalam product management adalah sebuah fitur atau proyek besar yang terlalu kompleks untuk dipecah menjadi user stories dalam satu sprint. Epic ini kemudian dipecah menjadi beberapa user stories yang lebih kecil dan spesifik sehingga lebih mudah dikelola dan dikerjakan oleh tim development yang dinakhodai oleh product manager. Pada artikel sebelumnya saya membahas seputar hirarki dalam product management diantaranya ada epic, user story, dan task. maka kali ini saya akan membahas seputar cara membuat epic dan contohnya dalam product management

Cara membuat epic dan contohnya
ridwanriandi.com

 

Mengapa Epic Penting dalam Product Management?

Epic memberikan gambaran besar tentang tujuan jangka panjang suatu produk visibilitas menjadi lebih baik. Dengan pembagian epic menjadi user stories oleh product manager, tim dapat memprioritaskan pekerjaan dengan lebih efektif. sehingga prioritas tim menjadi jelas. Epic menjadi titik fokus bagi seluruh tim, baik itu product manager, developer, maupun desainer. sehingga kolaborasi didalam tim menjadi lebih meningkat

 

Cara Membuat Epic yang Efektif

  1. Identifikasi Kebutuhan:

    • Mulailah dengan mengidentifikasi kebutuhan user atau bisnis yang ingin dipenuhi oleh epic ini.
    • Lakukan riset pasar, analisis data, dan wawancara user untuk mendapatkan insight yang lebih dalam.
  2. Definisikan Scope:

    • Product manager bertugas untuk menentukan batasan dari epic tersebut. Apa saja yang termasuk dan apa yang tidak?
    • Buatlah deskripsi yang jelas dan mudah dipahami oleh semua anggota tim.
  3. Buat User Stories:

    • Pecah epic menjadi user stories yang lebih kecil dan spesifik.
    • Setiap user story harus memenuhi kriteria INVEST (Independent, Negotiable, Valuable, Estimatable, Small, Testable).
  4. Prioritaskan User Stories:

    • Prioritaskan user stories berdasarkan nilai bisnis dan urgensi. yang mana artikelnya Anda bisa membacanya disini
    • Gunakan teknik seperti MoSCoW (Must Have, Should Have, Could Have, Won’t Have) untuk membantu dalam prioritisasi.
  5. Review and Refine :

    • Lakukan tinjauan secara berkala terhadap epic dan user stories.
    • Product manager perlu juga untuk melakukan penyesuaian jika ada perubahan kebutuhan atau prioritas.
Cara membuat epic dan contohnya
ridwanriandi.com

Contoh Epic:

“Meningkatkan user experience saat checkout.”

Epic ini bisa dipecah menjadi beberapa user stories seperti:

  • User stories 1: Membuat proses checkout menjadi lebih singkat
  • User stories 2: Menambahkan opsi pembayaran baru
  • User stories 3: Meningkatkan keamanan data pembayaran

 

Tips Tambahan

  • Gunakan Tools yang Tepat: Manfaatkan tools seperti Jira, Trello, atau Azure DevOps untuk mengelola epic dan user stories. Anda dapat membacanya disini
  • Libatkan Seluruh Tim: Ajak seluruh anggota tim untuk berpartisipasi dalam pembuatan dan pengembangan epic.
  • Fokus pada Business Value: Pastikan setiap epic dan user story memberikan nilai bisnis yang nyata.

 

Kesimpulan

Epic merupakan tools yang sangat berguna dalam product management untuk mengorganisir dan mengelola pekerjaan. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda sebagai product manager dapat membuat epic yang efektif dan membantu tim Anda mencapai tujuan produk.

Leave A Comment